Kulon Progo, 30 September 2026 — Permasalahan sampah tidak hanya membutuhkan solusi dari pemerintah, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat sejak dini. Semangat inilah yang menjadi dasar kegiatan “Waste to Worth”, sebuah kegiatan edukatif yang dilaksanakan oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sanata Dharma bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama murid-murid SD Kanisius Wates dengan mengangkat tema pengelolaan sampah secara kreatif. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk memahami bahwa sampah, khususnya sampah yang masih dapat dimanfaatkan, tidak selalu harus berakhir sebagai limbah. Dengan kreativitas dan kepedulian, sampah dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan manfaat. Belajar Peduli Lingkungan dengan Cara yang Menyenangkan Kegiatan “Waste to Worth” dikemas secara interaktif agar siswa dapat belajar mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memahami konsep pengelolaan sampah. Materi disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan. Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah serta melihat berbagai contoh pemanfaatan barang bekas menjadi karya yang kreatif dan bernilai guna. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah sesuai jenisnya. Kolaborasi untuk Membangun Kesadaran Sejak Dini Kolaborasi antara PPG Universitas Sanata Dharma dan DLH Kabupaten Kulon Progo dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pendidikan lingkungan yang lebih dekat dengan peserta didik. Melalui keterlibatan berbagai pihak, pendidikan tentang lingkungan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga mendorong siswa untuk melihat permasalahan sampah secara langsung dan mencari solusi melalui kreativitas. Bagi mahasiswa PPG, kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan memiliki dampak nyata bagi lingkungan sekolah. Waste to Worth, dari Sampah Menjadi Karya “Waste to Worth” membawa pesan bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memiliki nilai ketika dikelola dengan tepat. Melalui kreativitas anak-anak, barang yang sebelumnya dipandang sebagai sampah dapat diubah menjadi karya yang menarik dan bermanfaat. Kegiatan bersama SD Kanisius Wates ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif sejak dini serta membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Waste to Worth bukan sekadar tentang mengubah sampah menjadi karya, tetapi juga tentang mengubah cara pandang dan kebiasaan menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. PPG Universitas Sanata Dharma × DLH Kabupaten Kulon Progo Bersama SD Kanisius Wates — Ubah Sampah Menjadi Karya, Wujudkan Lingkungan yang Lebih Bermakna.